Rumahwarna adalah sebuah home industri pernak pernik remaja putri dengan main product tas dan frame. Produk lain meliputi sprei, bed cover, scrapbook, box kertas, dan acesoris lainnya. Saat ini mempunyai tenaga kerja sebanyak 70 orang, meliputi 45 orang tenaga produksi, 4 orang kantor/administrasi, dan 21 tenaga sales dan marketing.
Workshop produksi berada di jl.pandeansari 8 concat, dengan show room di jogja yaitu malioboro mall, ambarukmo plaza, galleria mall, dan ringroad utara. Di semarang di jembatan citraland. Dengan satu mitra di cilacap.
Pemasaran barang rumahwarna 80% berada di wilayah jogja-semarang, sisanya 20% merupakan pesanan dari Jakarta dan luar jawa seperti riau, pekanbaru,samarinda,medan, ntt, dll. Dahulu pernah melakukan eksport ke Negara prancis, jerman, jepang, yunani dan amerika. Namun dikarenakan berbagai pertimbangan kami lebih focus pemasaran dalam negeri.
Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga. Kedepan rumahwarna akan segera franchise untuk membesarkan usaha menuju perusahaan skala nasional.
Sejarah
Rumahwarna awal mulanya sampai sekarang merupakan home industri perorangan dengan kepemilikan atas nama suami istri nanang syaifurrozi dan ane yarina christy. Bermula pada tahun 2000 dimana kami masih kuliah di UGM, pada saat itu produk handycraft daur ulang sedang booming. Semua serba coklat yang saat itu kami lihat. Pada suatu saat kami jalan di toko kertas, melihat kertas dengan warna-warni yang nge-jrenk, kemudian kami beli beberapa.
Selanjutnya, kami punya ide untuk membuat pigura. Pertama kita buat untuk sendiri, tapi pada perkembanganya ternyata banyak teman yang minta dibuatkan. Kemudian terpikir “Mengapa tidak kita jual sekalian ?”.
Sambil kuliah kami meluangkan waktu untuk membikin frame dengan pasar teman sendiri dan mencoba bangun pagi setiap hari minggu untuk menjadi PKL di UGM (hal yang paling sulit biasanya dilakukan mahasiswa). Dari sana kita bisa merasakan nikmatnya cari tambahan uang dari jualan frame, meskipun tidak seberapa. Waktu itu kami adalah two man show. Semua kami lakukan berdua dari produksi sampai pemasaran. Selain itu kita mulai menitipkan produk ke beberapa toko kerajinan di jogja.
Seiring berjalan waktu tahun 2002 dengan modal nekat, kami memutuskan untuk menikah diam diam (teman kuliah tidak ada yang tahu) dan masih tinggal di kost masing masing. Kemudian mendapat kesempatan diajak teman untuk join pameran di FKY (festifal kesenian yogyakarta). Waktu itu hanya kami yang mengambil tema warna-warni dan terkesan aneh sendiri ditengah lautan produk daur ulang natural. Dari sana kita menarik perhatian buyer dari yunani yang akhirnya memesan frame sebanyak 10.000 biji untuk dieksport kenegaranya, yang waktu itu nilainya Rp.45.000.000 .
Bermula dari sana kami mulai merekrut tenaga kerja satu demi satu sampai 70 orang saat ini. Pada tahun 2004 kami mulai difersifikasi usaha ke produk jahitan, setelah kita melihat peluang lagi saat itu.
Workshop produksi berada di jl.pandeansari 8 concat, dengan show room di jogja yaitu malioboro mall, ambarukmo plaza, galleria mall, dan ringroad utara. Di semarang di jembatan citraland. Dengan satu mitra di cilacap.
Pemasaran barang rumahwarna 80% berada di wilayah jogja-semarang, sisanya 20% merupakan pesanan dari Jakarta dan luar jawa seperti riau, pekanbaru,samarinda,medan, ntt, dll. Dahulu pernah melakukan eksport ke Negara prancis, jerman, jepang, yunani dan amerika. Namun dikarenakan berbagai pertimbangan kami lebih focus pemasaran dalam negeri.
Produk yang dihasilkan rumahwarna merupakan produk original yang dihasilkan dari pemikiran kreatif team, dengan menginspirasi dari dunia fashion, trend, gaya hidup dan perkembangan budaya pop sehingga lebih dinamis dan tidak lekang ditelan jaman. Selain itu nama rumahwarna sudah dipatenkan sehingga focus kami selain produk juga image merk yang kami bangun agar konsumen percaya dan bangga memakai produk kami. Untuk itu rumahwarna memberikan garansi produk dan nilai tambah yang lain sehingga sebisa mungkin terhindar dari persaingan harga. Kedepan rumahwarna akan segera franchise untuk membesarkan usaha menuju perusahaan skala nasional.
Sejarah
Rumahwarna awal mulanya sampai sekarang merupakan home industri perorangan dengan kepemilikan atas nama suami istri nanang syaifurrozi dan ane yarina christy. Bermula pada tahun 2000 dimana kami masih kuliah di UGM, pada saat itu produk handycraft daur ulang sedang booming. Semua serba coklat yang saat itu kami lihat. Pada suatu saat kami jalan di toko kertas, melihat kertas dengan warna-warni yang nge-jrenk, kemudian kami beli beberapa.
Selanjutnya, kami punya ide untuk membuat pigura. Pertama kita buat untuk sendiri, tapi pada perkembanganya ternyata banyak teman yang minta dibuatkan. Kemudian terpikir “Mengapa tidak kita jual sekalian ?”.
Sambil kuliah kami meluangkan waktu untuk membikin frame dengan pasar teman sendiri dan mencoba bangun pagi setiap hari minggu untuk menjadi PKL di UGM (hal yang paling sulit biasanya dilakukan mahasiswa). Dari sana kita bisa merasakan nikmatnya cari tambahan uang dari jualan frame, meskipun tidak seberapa. Waktu itu kami adalah two man show. Semua kami lakukan berdua dari produksi sampai pemasaran. Selain itu kita mulai menitipkan produk ke beberapa toko kerajinan di jogja.
Seiring berjalan waktu tahun 2002 dengan modal nekat, kami memutuskan untuk menikah diam diam (teman kuliah tidak ada yang tahu) dan masih tinggal di kost masing masing. Kemudian mendapat kesempatan diajak teman untuk join pameran di FKY (festifal kesenian yogyakarta). Waktu itu hanya kami yang mengambil tema warna-warni dan terkesan aneh sendiri ditengah lautan produk daur ulang natural. Dari sana kita menarik perhatian buyer dari yunani yang akhirnya memesan frame sebanyak 10.000 biji untuk dieksport kenegaranya, yang waktu itu nilainya Rp.45.000.000 .
Bermula dari sana kami mulai merekrut tenaga kerja satu demi satu sampai 70 orang saat ini. Pada tahun 2004 kami mulai difersifikasi usaha ke produk jahitan, setelah kita melihat peluang lagi saat itu.

mas nanang, kan uda sukses neh..
BalasHapustolong bagi-bagi info tetang tahap-tahap pembuatan kreasi-kreasi seperti gambar-gambar yg ada disini dunk... agar dapat membantu yang laen jadi sukses juga. contohnya aku, pengen banget jadi kreatif seperti mas nanang. aku tunggu ya mas...
makasih... n_n
BalasHapusKakek Detektif
@KakekDetektif
Nomor HP Pribadi Curut HTI Nanang Syaifurozi : 081328246046 Mari teman-teman tolong Bantu dibom SMS dan Whatsapp. . Segera Tangkap orang ini.. Membahayakan Kota Jogja ISTIMEWA @polresjogja @DivHumas_Polri @CCICPolri
#RumahWarnaJogjaProHTI